Selasa, 08 Januari 2019

UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KARYA SASTRA


UNSUR INTINSIK
Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam.
Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah :

  1. TEMA
  2. AMANAT
  3. ALUR/PLOT
  4. PERWATAKAN/PENOKOHAN
  5. LATAR/SETTING
  6. SUDUT PANDANG/POINT OF VIEW

UNSUR-UNSUR INTRINSIK
A. TEMA
adalah sesuatu yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karangannya
B.  AMANAT
adalah pesan/kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup
C.   PLOT/ALUR
adalah jalan cerita/rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.
TAHAP-TAHAP ALUR
1.  Tahap perkenalan/Eksposisi
adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi  belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat)
2. Tahap pertentangan /Konflik
adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya)

Konflik ada dua ;
1. konflik internal
adalah konflik yang terjadi dalam    diri          tokoh.
2. konflik eksternal
adalah konflik yang terjadi di luar tokoh(konflik tokoh dengan tokoh, konflik   tokoh dengan lingkungan, konflik tokoh dengan alam, konlik tokoh denganTuhan dll)
3. Tahap penanjakan konflik/Komplikasi
adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit   (nasib pelaku semakin sulit diduga, serba samar-samar)
4.  Tahap klimaks
adalah tahap dimana ketegangan mulai memuncak (perubahan nasip pelaku       sudah   mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita)
5. Tahap penyelesaian
adalah tahap akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Ada pula yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyelesaian.

MACAM-MACAM ALUR

  1. Alur maju
adalah peristiwa –peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang.
2.   Alur mundur/Sorot balik/Flash back
adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh.
3.   Alur gabungan/Campuran
adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau,kemudian mengenang peristiwa pokok ( dialami oleh tokoh utama) lagi.

D.     PERWATAKAN/PENOKOHAN
adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh
ADA TIGA CARA UNTUK MELUKISKAN WATAK TOKOH
  1. Analitik
adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.
Contoh :
Siapa yang tidak kenal Pak Edi yang lucu, periang, dan pintar. Meskipun agak   pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang diidolakan siswa. Lucu dan penyanyang.
2.   Dramatik
adalah pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung.
Bisa melalui tempat tinggal,lingkungan,percakapan/dialog antartokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.
Contoh :
Begitu memasuki kamarnya Yayuk, pelajar kelas 1 SMA itu langsung melempar tasnya ke tempat tidur dan membaringkan dirinya tanpa melepaskan sepatu terlebih dahulu. (tingkah laku tokoh)
3.  Campuran
adalah gabungan analitik dan dramatik.
Pelaku dalam cerita dapat berupa manusia , binatang, atau benda-benda mati yang     diinsankan

PELAKU/TOKOH DALAM CERITA
  1. Pelaku utama
adalah pelaku yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian.
2.  Pelaku pembantu
adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.
3.   Pelaku protagonis
adalah pelaku yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll)
4.  Pelaku antagonis
adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll)
5.   Pelaku tritagonis
adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.
E. LATAR/SETTING
Latar/ setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah   cerita.

Macam-macam latar
  1. Latar tempat
adalah latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi (di sekolah, di kota, di ruangan dll)
2.   Latar waktu
adalah kapan cerita itu terjadi ( pagi, siang,malam, kemarin, besuk dll)
3.   Latar suasana
adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi. (sedih, gembira, dingin, damai, sepi dll)
F. SUDUT PANDANG PENGARANG
Sudut pandang adalah posisi/kedudukan pengarang dalam membawakan cerita.
Sudut pandang dibedakan atas :
  1. Sudut pandang orang kesatu
adalah pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam cerita, terutama sebagai pelaku utama. Pelaku utamanya(aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita)
2.  Sudut pandang orang ketiga
adalah pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh-tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita. Pelaku utamanya (ia, dia, mereka,kata ganti orang ketiga jamak, nama-nama lain)

UNSUR EKSTRINSIK
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar
UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK
  1. Latar Belakang Penciptaan
adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan
2.    Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan
adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat karya  sastra diciptakan
3.  Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang


Sumber: Dari Sini

Pengertian Teks Prosedur, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Macam dan Contoh Teks Prosedur


Teks Prosedur merupakan teks yang berisi tentang langkah-langkah atau tahap-tahap untuk melakukan sesuatu hal baik melakukan suatu kegiatan tertentu maupun membuat sesuatu yang disajikan secara berurutan.
Tujuan Teks Prosedur
Tujuan teks prosedur yaitu untuk membantu pembaca atau pendengar memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu dengan tepat atau dengan kata lain, tujuan penulisan teks prosedur yaitu untuk memperoleh hasil akhir.

Ciri-Ciri Teks Prosedur

Adapun ciri-ciri teks prosedur yaitu:

  • Menggunakan pola kalimat imperatif atau kalimat perintah.
  • Menggunakan kata kerja aktif
  • Menggunakan konjungsi atau kata penghubung untuk mengurutkan kegiatan atau cara.
  • Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan cara, tempat dan waktu yang akurat.

Struktur Teks Prosedur Kompleks
Dalam pembentukannya, teks prosedur memiliki tiga struktur diantaranya yaitu tujuan, material dan langkah-langkah.

Bagian Tujuan
Bagian tujuan teks prosedur bisa berupa judul dan juga berisikan tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan di capai jika kita melakukan tahapan pada teks prosedur tersebut.

Bagian Material
Bagian material teks prosedur berisi mengenai bahan, alat atau material yang dibutuhkan. Tapi tidak semua teks prosedur terdapat bagian ini. Pada umumnya penggunaan bagian material terdapat pada teks prosedur tentang pembuatan suatu hal seperti makanan dan sebagainya.

Bagian Langkah-Langkah
Bagian ini berisi mengenai langkah-langkah yang harus dilewati untuk mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Pada bagian ini setiap langkah harus dilakukan dengan urut tidak boleh secara acak.

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur
Seperti halnya jenis teks lain, teks prosedur memiliki kaidah kebahasaan sendiri. Kaidah kebahasaan tersebut yaitu:

a. Konjungsi temporal
Pada teks prosedur akan banyak ditemukan kata konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan berisifat kronologis seperti selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.

b. Kata kerja imperatif
Dalam teks prosedur juga akan banyak ditemukan kaliamt imperatif atau kalimat perintah dan larangan yang harus ditaati dalam pelaksanaan teks prosedur.

c. Verba material dan tingkah laku
Verba material adalah sesuatu yang mengacu pada tindakan fisik seperti potong wortel, haluskan bumbu dan lain sebagainya. Sedangkan verba tingkah laku merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan ungkapan.

d. Partisipan manusia
Ini merupakan semua manusia yang ikutserta dalam teks prosedur tersebut.

e. Terdapat bilangan sebagai penanda urutan.
f. Terdapat kalimat introgatif atau kalimat berisikan pertanyaan.
g. Terdapat kalimat deklaratif atau kalimat berisikan pernyataan.

Macam-Macam Kalimat Dalam Teks Prosedur

Terdapat 3 macam jenis kaliamat yang ada dalam teks prosedur yaitu:

Kalimat Imperatif

Kalimat Imperatif adalah kalimat berisi perintah dan berfungsi untuk meminta dan melarang seseorang untuk melakukan sesuatu.

Kalimat Deklaratif
Kalimat Deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan dan berfungsi untuk memberikan informasi atau berita mengenai sesuatu.

Kalimat Interogatif

Kaliamat Interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan dan berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.

Macam-Macam Teks Prosedur Dan Contohnya
Terdapat beberapa macam jenis tek prosedur yaitu teks prosedur sederhana, teks prosedur kompleks dan teks protokol.

Teks Prosedur Sederhana
Teks prosedur sederhana adalah tejs yang hanya menyajikan prosedur yang hanya ditempuh dengan dua atau tiga langkah saja. Contoh prosedur teks sederhana seperti cara mengoperasikan setrika listrik, cara mematikan televisi, cara mengirimkan pesan melalui handphone dan lain sebagainya.

Langkah awal merupakan syarat untuk langkah selanjutnya, untuk itu 2-3 langkah sederhana tersebut tidak bisa berubah urutannya.

Teks Prosedur Protokol

Teks protokol adalah jenis teks prosedur yang langkah kerjanya tidak terlalu ketat atau dengan kata lain langkah kerja pada teks protokol dapat diubah. Langkah-langkah tersebut tidah harus dilakukan secara urut karena tidak saling berkaitan, meski urutan langkah diubah tujuan yang diharapkan tetap bisa terpenuhi. Berikut contoh prosedur protokol yaitu:

Cara memasak mie instan. Pertama, didihkan air kemudian masukkan mie instan ke dalam air yang mendidih. Setelah itu, silahkan tentukan apakah bumbu racik mie instan akan dimasukan bersama mie yang sedang dimasak atau pisahkan ke dala wadah tersendiri yang sudah disediakan. Setelah mie matang, masukkan kedalam wadah. Terakhir mie siap dihidangkan.

Teks Prosedur Kompleks

Teks Prosedur Kompleks adalah teks prosedur yang terdiri atas banyak langkah dan langkah-langkah tersebut berjenjang dengan sublangkah pada setiap langkahnya. Berikut teks prosedur kompleks:

Cara Mematikan Komputer Yang Benar

Setelah sebelumnya kita membahas cara untuk menghidupkan komputer yang benar sekarang kita akan membahas bagaimana cara untuk mematikan komputer yang benar. Di bawah ini akan dibagi menjadi dua bagian, pada bagian pertama akan dibahas tentang cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan Windows 7 setelah itu pada bagian kedua kita akan membahas bagai mana cara untuk mematikan komputer yang benar pada windows 8.

Untuk cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan windows 7 yang benar adalah sebagai berikut:
  • Klik menu “START” yang berada pada pojok kiri bawah layar.
  • Lalu klik “shutdown”.
  • Lalu Pilih “OK”.
  • Tunggu hingga komputer mati.
  • Setelah komputer mati, matikan stabilizer dengan cara menekan tombol power setelah itu cabut kabel listrik untuk memutuskan arus.
Untuk cara mematikan komputer pada windows 8 yang benar adalah sebagai berikut:
  • Arahkan pointer mouse ke pojok kanan bawah.
  • Pilih, setelah itu klik setting.
  • Klik power, setelah itu klik shutdown.
  • Tunggu hingga komputer dalam keadaan benar-benar mati.
  • Setelah itu matikan stabilier dan cabut kabel arus listrik.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang Pengertian Teks Prosedur, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Macam dan Contoh Teks Prosedur . Semoga dapat bermanfaat.



Sumber: Dari Sini

TEKS DESKRIPSI (Lengkap): Pengertian, Ciri, Struktur, Contoh


Jika kamu pernah menemukan sebuah teks yang menjelaskan informasi lengkap yang terkait dengan topik yang dibahas di teks tersebut, kemungkinan besar itu adalah teks deskripsi. Karena ciri-ciri dari teks ini sangat menonjol.
Disebabkan karena teks deskripsi hanya tersusun oleh 3 struktur dan mempunyai tujuan yang jelas. Mari pahami jenis dan contoh teks deskripsi.
Pengertian Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut.


Tujuan Teks Deskripsi
Tujuan teks berbeda dengan teks negosiasi, dimana tujuan teks deskripsi sangat jelas yaitu agar orang yang membaca teks ini seolah-olah sedang merasakan langsung apa yang sedang di jelaskan dalam teks tersebut.
Ciri-Ciri Teks Deskripsi
Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya.
Berikut ini ciri-cirinya:
  • Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  • Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera.
  • Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  • Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.
Struktur Teks Deskripsi
Adapun 3 struktur yang menyusun teks deskripsi sehingga menjadi satu keutuhan. 3 struktur tersebut yaitu:
1.       Identifikasi
Penentu identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
2. Klasifikasi
Penyusunan ber-sistem dalam kelompok menurut kaidah atau standar yang telah ditetapkan.
2.       Deskripsi bagian
Bagian teks yang berisi tentang gambaran-gambaran bagian didalam teks tersebut.
Jenis Teks Deskripsi
Dari sumber yang Yuksinau.id dapat, teks deskripsi sendiri dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
  1. Teks anjangh deskripsi subjektif : suatu anjangh deskripsi yang penggambaran objek nya menurut kesan yang dimiliki oleh penulis teks.
  2. Teks anjangh spatial: dalam teks ini objek yang digambarkan hanya berupa tempat, benda, ruang dan lainnya.
  3. Teks anjangh objektif: teks ini objek digambarkan apa adanya menurut keadaan objek yang sebenarnya tanpa penambahan opini dari penulis itu sendiri.
Langkah-langkah Membuat Teks / Paragraf Deskripsi
  1. Menentukan tema (objek yang akan dibahas).
  2. Menentukan tujuan.
  3. Kumpulkan data-data dan lakukan pengamatan langsung mengenai objek yang akan dibahas.
  4. Setelah data-data terkumpul, susunlah data tersebut menjadi kerangka karangan.
  5. Uraikan kerangka karangan menjadi teks deskripsi yang disesuaikan dengan topik.
Ciri/Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi
Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:
  1. Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan. Seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dll.
  2. Menggunakan frasa yang mengandung kata benda. Contohnya yaitu beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dll.
  3. Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan. Seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dll.
  4. Mengandung kata kerja Transitif untuk memberikan informasi subjek. Seperti: siswa itu mengenakan seragam putih biru, dll.
  5. Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya anja itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dll.
  6. Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek. Seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dll.
  7. Mengandung anjan kiasan berupa perumpamaan atau metafora. Seperti: kulitnya lembut seperti benang sutra, dll.
Contoh Teks Deskripsi
Contoh teks deskripsi dalam Bahasa Indonesia
Aku punya kucing bernama Tara. Bulunya berwarna hitam dan putih, dengan putih sebagai warna dominan. Tara mempunyai ekor anjang dan sangat lucu. Tara suka sekali memakan ikan dengan nasi. Saat Tara lapar, dia akan mengeong meminta makan.
***
Pengertian Teks Narasi, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Paragraf Narasi
Teks narasi atau yang lebih dikenal dengan paragraf narasi adalah suatu karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktunya. Umumnya karangan atau teks narasi diciptakan dengan tujuan untuk menghibur pembacanya dengan pengalaman estetis melalui kisah dan cerita baik cerita itu bersifat fiksi maupun nonfiksi.

Paragraf narasi dapat kita jumpai dalam berbagai karya tulis maupun teks umum seperti cerpen, novel, bahkan biografi sekalipun. Penggunaan narasi dalam sebuah paragraf dapat diidentifikasi dengan melihat beberapa faktor khususnya alur cerita. Paragraf narasi memiliki alur cerita yang terkesan seperti suatu kronologis kejadian yang disusun secara berurutan dengan gaya bahasa seperti bercerita.

Contoh teks narasi atau paragraf narasi sebenarnya dapat dengan mudah kita temukan di sekitar kita, Umumnya contoh paragraf narasi tersebut terdapat dalam cerita berupa perpen maupun kisah-kisah dalam novel, romansa dan lain sebagainya. Tidak hanya dalam bentuk cetak saja, contoh contoh ini juga dapat berbentuk digital yang bisa anda cari di internet.

Paragraf narasi pada dasarnya termasuk klasifikasi jenis teks narasi dan merupakan salah satu dari jenis-jenis teks dalam bahasa indonesia. Dalam kancah pendidikan paragraf narasi dijadikan materi pembelajaran dan kerap kali munul dalam soal ujian dengan kata kunci: Pengertian teks narasi, Contoh teks narasi, Contoh karangan narasi dan lain sebagainya. Maka dari itu materi belajar kali ini akan memberikan penjelasan singkat tentang paragraf narasi yang terdapat dalam karangan teks narasi.
Untuk dapat memahami tentang teks narasi maka simaklah penjelasan dibawah ini tentang pengertian, ciri-ciri, jenis dan contoh karangan narasi.

Pengertian Teks Narasi dan Paragran Narasi

Paragraf atau teks narasi merupakan sebuah teks yang tersusun dari beberapa paragraf yang menceritakan suatu peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktu yang ditentukan. Umumnya paragraf narasi ini menceritakan kisah-kisah dan cerita karangan baik fiktif maupun non fiktif.
Ciri-Ciri Karangan Narasi
Sebuah teks dapat dikatakan sebagai suatu karangan narasi apabila memenuhi ciri-ciri dibawah ini:
Isi teks atau karangan berisi tentang cerita, kisah dan peristiwa tertentu yang dibentuk dari beberapa susunan paragraf menggunakan gaya bahasa naratif.
Cerita yang disampaikan memiliki konologi atau urutan cerita yang jelas mulai dari awal cerita hingga akhir cerita.
Terdapat suatu peristiwa maupun konflik.
Memiliki unsur-unsur pembentuk berupa tema, latar, setting, karakter, dan lain sebagainya.

Jenis Paragraf Narasi
Narasi Ekspositoris
Narasi ekspositoris merupakan jenis narasi dimana cerita disampaikan secara informatif dan jelas sehingga pembacanya dapat benar-benar memahami dan engerti tentang apa yang terjadi di dalam cerita.

Paragraf narasi ekspositoris bertujuan memperluas pengetahuan para pembacanya mengenai suatu cerita dan kisah yang ditulis berdasakan kejadian peristiwa yang sebenarnya. Umumnya narasi ini berkisah tentang kehidupan seseorang dari awal ia hidup hingga kematiannya. Narasi ekspositori sangat cocok untuk menyusun teks biografi.
Narasi Artistik
Pragraf narasi yang satu ini merupakan teks yang mengisahkan suatu rekaan cerita yang bersifat imajinatif kepada pembacanya dengan menggunakan bahasa yang figuratif. Umumnya teks narasi sugestif dapat ditemukan dalam karangan seperti novel, cerita rakyat, cerpen dan lain sebagainya. Teks ini diciptakan untuk memberikan pengalaman membaca secara estetis dan menghibur pembacanya.

Narasi Sugestif
Narasi ini menyuguhkan sebuah cerita dengan niat dan maksut tertentu yakni untuk meyakinkan pembaca atau memberikan sebuah sugesti tentang suatu hal.

Contoh Paragraf Narasi Singkat
Pada dasarnya terdapat banyak sekali contoh peragraf narasi dalam sebuah teks. Namun saya akan memberikan 2 contoh teks narasi yang disusun dari beberapa paragraf.

Perang Untuk Surabaya
Pada 10 November meledaklah perlawanan rakyat di kota Surabaya untuk mengusir penjajah yakni Belanda dan sekutu-sekutunya dari tanah air ini. Perang ini bermula dari murka tentara inggris akibat tterbunuhnya pimpinan besar mereka, yakni Jenderal Mallaby. Akhirnya ultimatum dari tentara inggris dikeluarkan dan ditujukan kepada seluruh pejuang tanah air untuk segera menyerah.

Bagi pejuang tanah air ultimatum tersebut dianggap sebagai suatu penghinaan kepada bangsa. Bukannya menyerah namun pejuan bangsa malah membentuk milisi-milisi perjuangan untuk menghadapi kebengisan tentara inggris yang akan menyerang.

Ketika mengetahui bahwa utimatumnya telah ditolak mentah mentah, Tentara Inggris dan sekutu-sekutunya marah besar hingga pada 10 November pagi mereka melancarkan sebuah serangan besar-besaran melalui jalur laut, darat bahkan udara dengan mengerahkan setidaknya 32.000 infantri dan artileri, pesawat terbang, kapal perang dan tank. Perang yang melanda kota surabaya pada waktu itu memang sangat mengerikan. Terjadi pembunuhan dimana-mana. Pihak inggris memerangi dan membunuh pejuan tanah air begitu juga sebaliknya. Terjadi pengeboman yang menargetkan pangkalan dan tempat persembunyian para pejuang tanah air.

Dengan dipimpin oleh Bung Tomo, seorang pemuda yang berhasil membangunkan semangat juang para pejuang tanah air berhasil memukul mundur tentara inggris dan sekutunya. Perang yang terjadi di kota Surabaya memakan waktu tiga hari lamanya namun dengan hasil yang sia-sia karena para pejuang tanah air berhasil mempertahankan kota tersebut.

Namun setelah tiga minggu lamanya mendapat gempuran dari musuh akhirnya kota Surabaya berhasil ditakhlukan dan dikuasai oleh tentara Inggris. Takluknya kota surabaya akhirnya membangkitkan semangat juang pembela diseluruh tanah air untuk berjuang mengusir penjajah dari Indonesia.
***

Sumber: Dari Sini

TEKS DESKRIPSI (Lengkap): Pengertian, Ciri, Struktur, Contoh


Jika kamu pernah menemukan sebuah teks yang menjelaskan informasi lengkap yang terkait dengan topik yang dibahas di teks tersebut, kemungkinan besar itu adalah teks deskripsi. Karena ciri-ciri dari teks ini sangat menonjol.
Disebabkan karena teks deskripsi hanya tersusun oleh 3 struktur dan mempunyai tujuan yang jelas. Mari pahami jenis dan contoh teks deskripsi.
Pengertian Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut.


Tujuan Teks Deskripsi
Tujuan teks berbeda dengan teks negosiasi, dimana tujuan teks deskripsi sangat jelas yaitu agar orang yang membaca teks ini seolah-olah sedang merasakan langsung apa yang sedang di jelaskan dalam teks tersebut.
Ciri-Ciri Teks Deskripsi
Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya.
Berikut ini ciri-cirinya:
  • Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  • Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera.
  • Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  • Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.
Struktur Teks Deskripsi
Adapun 3 struktur yang menyusun teks deskripsi sehingga menjadi satu keutuhan. 3 struktur tersebut yaitu:
1.       Identifikasi
Penentu identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
2. Klasifikasi
Penyusunan ber-sistem dalam kelompok menurut kaidah atau standar yang telah ditetapkan.
2.       Deskripsi bagian
Bagian teks yang berisi tentang gambaran-gambaran bagian didalam teks tersebut.
Jenis Teks Deskripsi
Dari sumber yang Yuksinau.id dapat, teks deskripsi sendiri dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
  1. Teks anjangh deskripsi subjektif : suatu anjangh deskripsi yang penggambaran objek nya menurut kesan yang dimiliki oleh penulis teks.
  2. Teks anjangh spatial: dalam teks ini objek yang digambarkan hanya berupa tempat, benda, ruang dan lainnya.
  3. Teks anjangh objektif: teks ini objek digambarkan apa adanya menurut keadaan objek yang sebenarnya tanpa penambahan opini dari penulis itu sendiri.
Langkah-langkah Membuat Teks / Paragraf Deskripsi
  1. Menentukan tema (objek yang akan dibahas).
  2. Menentukan tujuan.
  3. Kumpulkan data-data dan lakukan pengamatan langsung mengenai objek yang akan dibahas.
  4. Setelah data-data terkumpul, susunlah data tersebut menjadi kerangka karangan.
  5. Uraikan kerangka karangan menjadi teks deskripsi yang disesuaikan dengan topik.
Ciri/Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi
Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:
  1. Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan. Seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dll.
  2. Menggunakan frasa yang mengandung kata benda. Contohnya yaitu beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dll.
  3. Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan. Seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dll.
  4. Mengandung kata kerja Transitif untuk memberikan informasi subjek. Seperti: siswa itu mengenakan seragam putih biru, dll.
  5. Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya anja itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dll.
  6. Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek. Seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dll.
  7. Mengandung anjan kiasan berupa perumpamaan atau metafora. Seperti: kulitnya lembut seperti benang sutra, dll.
Contoh Teks Deskripsi

Contoh teks deskripsi dalam Bahasa Indonesia
Aku punya kucing bernama Tara. Bulunya berwarna hitam dan putih, dengan putih sebagai warna dominan. Tara mempunyai ekor anjang dan sangat lucu. Tara suka sekali memakan ikan dengan nasi. Saat Tara lapar, dia akan mengeong meminta makan.
***
Sumber: Dari Sini

Teks Cerpen (Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Unsur intrinsik, Unsur Ekstrinsik, Dan Nilai-Nilai Cerpen)


Cerpen atau dapat disebut juga cerita pendek merupakan suatu prosa negatif fiktif yang mempunyai jumlah kata kurang dari 10.000 kata. Dalam cerpen berisikan kisah atau cerita mengenai kehidupan tentang seluk beluk manusia yang diceritakan melalui tulisan singkat yang pendek. Selain itu cerpen hanya memusatkan pada salah satu tokoh atau situasi tertentu.

Teks cerpen sendiri termasuk kedalam kategori teks narasi yang bersifat fiktif. Umumnya contoh teks cerpen ini dapat dengan mudah kita temukan dalam majalah anak, buku cerita rakyat dan lain sebagainya yang u,mumnya menceritakan sebuah kisah dengan tema persahabatan, cinta, cerpen sedih, cerpen ibu, legenda dan berbagai peristiwa kehidupan lainnya.

Sama seperti teks dalam bahasa indonesia lainnya, dalam teks cerpen juga terkadung berbagai unsur mulai dari ciri ciri cerpen, struktur cerpen, unsur intrinsik cerpen, unsur ekstrinsik cerpen, dan nilai nilai cerpen itu sendiri. Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian cerpen dilengkapi ciri ciri cerpen dan struktur teks cerpen. Selain itu kita juga akan membahas bagaimana cara mencari unsur instriksik cerpen dan mencari unsur ekstrinsik cerpen tersebut.
Pengertian Cerpen
Cerpen adalah suatu karya sastra pendek yang menceritakan kisah cerita dari suatu tokoh yang di dalamnya terdapat permasalahan serta solusi dari masalah tersebut.
Struktur Cerpen
Abstrak
Abstrak merupakan bagian awal dalam cerita atau ringkasan utama dari cerpen yang dikembangkan dalam rangkaian-rangkaian peristiwa. Dalam sebuah cerpen struktur abstrak bersifat opsional (boleh ada ataupun tidak).

Orientasi
Pada bagian ini berkaitan dengan waktu, tempat, suasana dan alur pada cerita tersebut.


Komplikasi
Pada bagian komplikasi berisikan urutan dari kejadian yang dihubungkan dengan sebab dan akibat. Pada bagian ini biasanya menunjukan watak dari tokoh cerpen tersebut serta mulai muncul kerumitan.

Evaluasi
Evaluasi merupakan struktur konflik yang terjadi serta mengarah pada puncak atau klimaks. Pada bagian ini sudah mulai muncul penyelesaian dari konflik yang muncul dalam cerpen.

Resolusi
Pada bagian struktur ini berisikan solusi dari masalah yang dihadapai dalam cerita.

Koda (coda)

Pada bagian ini berisikan amanat berupa nilai atau pelajaran yang disisipkan penulis dalam cerita tersebut agar pembaca dapat memetik pelajaran dari amanat tersebut.

Ciri-Ciri Cerpen
Sama halnya seperti karya tulis lainnya. cerpen juga memiliki ciri-ciri khusus yang berfungsi sebagai pembeda antara teks yang lainnya.

  1. Ceritanya jauh lebih pendek dibanding dengan novel.
  2. Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau tidak lebih dari 10 halaman.
  3. Cerita yang diceritakan biasanya bersumber dari kehidupan sehari-hari .
  4. Dalam cerpen hanya menceritakan inti sari dari cerita tersebut bukan kisah detail para tokohnya
  5. Dalam cerpen tokoh akan dihadapkan pada suatu permasalahan atau konflik yang pada akhirnya akan menemukan penyelesaian dari konflik tersebut.
  6. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dikenal pembaca.
  7. Pembaca dapat ikut merasakan langsung kisah yang diceritakan karena kesan yang ditinggalkan cerpen sangat mendalam.
  8. Mempunyai alur cerita lurus dan tunggal.
  9. Pendalam tokohnya sangat sederhana.
  10. Biasanya hanya menceritakan 1 kejadian atau peristiwa saja.
Unsur Intrinsik Cerpen
Setelah kita mengetahui ciri-ciri cerpen maka saatnya kita menuju unsur intrinsik cerpen :

  1. Tema : Tema adalah gagasan utama yang menjadi dasar jalannya cerita dalam cerita pendek.
  2. Alur/Plot : Alur merupakan urutan tahapan jalannya sebuah cerita. Mulai dari perkenalan lalu muncul sebuah konflik permasalahan lalu peningkatan konflik lalu Klimaks atau puncak dari konflik yang dihadapai lalu penurunan konflik serta penyelesaian.
  3. Setting Setting dalam cerita pendek meliputi tempat atau latar, waktu, suasana yang tergambar dalam cerita pendek.
  4. Tokoh : Tokoh merupakan seseorang yang menjadi pelaku atau yang terlibat dalam jalannya cerita. Dalam sebuah cerita pendek biasanya setiap tokoh memiliki watak karakter sendiri-sendiri.Di dalam sebuah cerita terdapat juga tokoh antagonis atau tokoh yang memiliki karakter jahat , protagonis atau tokoh yang memiliki karakter baik serta figuran yang hanya sebagai tokoh pendukung.
  5. Penokohan :Penokohan adalah sifat dari tokoh yang tercermin dari sikap, perilaku, ucapan, pikiran ,dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita.
2 macam Metode Penokohan didalam sebuah cerpen sebagai berikut :

Metode Analitik
Metode ini menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam cerita secara langsung. Seperti : penakut, pemalu, pembohong, dan lain-lain.

Metode Dramatik
Dalam metode ini adalah kebalikan dari metode analitik,pada metode ini pengggambaran sifat tokoh digambarkan secara tidak langsung dengan penggambaran fisik, percakapan, dan reaksi tokoh lain.

Sudut Pandang Cerpen
Adalah cara pandang yang digambarkan oleh pengarang dalam sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam cerita pendek.
Adapun 4 sudut pandang dalam cerpen adalah sebagai berikut:

Sudut pandang Orang Pertama Pelaku Utama

Dalam sudut pandang ini tokoh “aku” akan menjadi pusat perhatian dan tokoh utama yang menceritakan tentang peristiwa yang  dialaminya  dalam cerita pendek.

Sudut pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
Dalam bagian ini tokoh “aku” muncul sebagai pelaku tambahan atau saksi saja.Biasa nya tokoh “aku” hanaya muncul dalam pengantar dan penutup cerita.

Sudut pandang Orang ketiga serba tahu
Sudut pandang ini menceritakan melalui sudut pandang “dia”, tapi pengarang atau narator mengetahui segala hal yang berhubungan dengan tokoh “dia”. Pengarang cerpen mengetahui segalanya


Sudut pandang Orang ketiga Pengamat
Dalam sudut pandang ini pengarang hanya menggambarkan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan dipikir oleh seorang tokoh.

Amanat cerpen
Amanat merupakan sebuah pesan moral yang disisipkan pengarang didalam cerpen agar pembacanya dapat menyerap pelajaran yang dapat dipetik dalam karangan cerpen tersebut, serta dapat bertindak atau melakukan sesuatu terhadap suatu hal atau permasalahan.
Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik merupakan sebuah unsur cerpen yang membentuk cerpen itu sendiri dari luar.Berikut ini merupakan unsur ekstrinsik yang cerpen.

Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat adalah pangaruh kondisi latar belakang yang terdapat di masyarakat yang dapat mempengaruhi terbentuknya jalan cerita dalam cerpen, Pengaruh kondisi tersebut seperti kondisi politik, ideologi, sosial masyarakat, dan kondisi ekonomi masyarakat.

Latar Belakang Pengarang
Latar belakang pengarang mencakup tentang pemahaman, faktor-faktor, atau motivasi pengarang untuk membuat sebuah cerpen. Latar Belakang Pengarang Meliputi Sebagai Berikut.

  1. Riwayat Hidup Pengarang : Pada bagian ini berisikan tentang biografi pengarang secara menyeluruh. Faktor ini dapat mempengaruhi pengarang dalam mengarang cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dari pengarang itu sendiri.
  2. Kondisi Psikologis : Kondisi Psikologis pengarang meliputi mood dan motivasi , kondisi ini sangat mempengaruhi dengan apa yang akan ditulis dalam cerita.Contohnya seperti jika pengarang sedang dalam keaadaan sedih , dia akan membuat sebuah cerpen yang berceritakan sedih juga.
  3. Aliran Sastra : Aliran Sastra berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa yang digunakan pengarang guna menceritakan sebuah cerita dalam cerpen.
Nilai Nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen

Seperti halnya sebuah kisah tentunya cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat kita ambil sebagai contoh, diantaaranya adalah.

  1. Nilai agama : Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen.
  2. Nilai Sosial : Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.
  3. Nilai moral : Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik).
  4. Nilai budaya : Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi adat istiadat.
Sejatinya cerpen adalah sebuah karya sastra tulis yang berbentuk karangan fiktif semata. Namun didalam cerpen juga terkandung berbagai unsur unsur dan struktur serta amanat cerpen yang berguna sebagai pengingat dalam kehidupan. Itulah penjelasan tentang teks cerpen.
Semoga bermanfaat, terimakasih.
***


Sumber: Dari Sini

TEKS CERITA FABEL (STRUKTUR CONTOH PENGERTIAN)

Nah kali ini saya akan berbagi artikel tentang teks cerita fabel untuk sobat semua. Nah berbica tentang teks fabel, tentunya tidak akan terlepas dengan salah satu mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia.
Kebanyakan dari sobat mungkin sudah mengetahui pengertian teks fabel itu sendiri, pasalnya teks ini sudah pernah diajarkan ketika sobat semua duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada waktu itu materi yang diajarkan tentang berbagai jenis cerita-cerita, salah satunya ya fabel ini.
Nah fabel sendiri adalah cerita tentang dunia binatang atau hewan yang memiliki perilaku layaknya manusia. Untuk itulah teks cerita ini disebut sebagai teks cerita fiksi yang lebih menonjolkan pada segi moral.
Untuk itulah cerita fabel ini sangat cocok untuk anak-anak, tak ayal banyak sekali buku-buku cerita yang menggunakan hewan sebagai pemerannya. Sebagai contoh sobat bisa melihat salah satu acara TV yang menayangkan cerita hewan-hewan seperti kancil, kelinci, harimau, kerbau dll.
Oke selanjutnya kita cari tahu terlebih dahulu sob tentang pengertian fabel secara lengkap dan detail. Berikut ulasannya :
Teks Cerita Fabel
Fabel adalah cerita yang menggambarkan kehidupan hewan yang memiliki perilaku layaknya manusia. Cerita tersebut tidak mungkin kisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia. Cerita Fabel juga sering disebut cerita moral karena pesan yang berkaitan dengan moral. Untuk lebih jelasnya lagi tentang pengertian fabel, sobat bisa klik disini.
Setelah sobat mengerti pengertian dari teks ini, selanjutnya sobat juga harus tahu struktur yang membangun teks cerita fabel ini. Nah berikut ini sudah saya tuliskan dengan jelas dan lengkap :

STRUKTUR TEKS FABEL

Teks fabel ini memiliki stukrutr pembangun layaknya teks-teks lain. Nah berikut ini 4 struktur teks fabel beserta penjelasannya :
  1. Orientasi, adalah bagian yang terdapat pada awal cerita. Pada bagian ini dijelaskan tentang para tokoh-tokoh yang ada, suasana, tempat dan waktu, serta pengenalan background kepada pembaca atau pendengar.
  2. Komplikasi, adalah bagian yang dimana tokoh-tokoh yang ada (biasanya tokoh utama) menemui suatu permasalahan yang kompleks dan menjadi puncak masalah dalam cerita tersebut. Bagian ini juga bisa disebut inti dari cerita.
  3. Resolusi, adalah bagian yang dimana si tokoh yang ada mampu menyelesaikan atau memiliki solusi atas masalah yang dihadapinya tadi. Bisa juga tokoh utama mengalami suatu masalah dimana ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya tersebut.
  4. Koda, adalah bagian akhir yang umumnya sering diselipkan nilai-nilai moral atau amanat yang bisa diambil dari cerita tersebut.
Setelah sobat mengetahui struktur teks cerita fabel, selanjutnya kita lihat yuk unsur kebahasaan teks fabel itu sendiri. Silahkan sobat simak ulasan dibawah ini….
Unsur Kebahasaan Teks Fabel
Seperti layaknya teks-teks lain, teks cerita fabel didalamnya juga memuat unsur kebahasaan yang perlu sobat perhatikan. Ya berikut ini beberapa kaidah kebahasaan teks fabel yang harus sobat perhatikan :
#1. Kata Kerja (Verba)
Didalam teks ini terdapat kata kerja atau verba didalamnya. Kata kerja ini menunjukkan adanya suatu kegiatan atau pekerjaan yang sedang dilakukan. Pada umumnya, terdapat 2 jenis kata kerja yang sering digunakan. Yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif. Berikut penjelasannya :
➽ Kata Kerja Aktif Transitif, adalah kata kerja yang membutuhkan objek didalam kalimatnya. Contohnya adalah memegang. Jadi kata memegang itu harus diikuti oleh objek, yaitu apa yang dipegang. Misalnya “Saya memgang tangan Ibu“. Jadi tidak bisa hanya dengan “Saya memegang”.
➽ Kata Kerja Aktif Intransitif, adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek dalam kalimatnya. Contoh kalimatnya misalnya “Adik tidur”. Hanya dengan kalimat seperti itu saja tanpa melihat objeknya orang sudah tahu kalau Adik sedang tidur.
#2. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang
Pada teks ini nanti sobat akan menemukan berbagai kata Si dan Sang. Seperti misalnya Si Kancil, Sang Kacil, Si Kepompong, Sang Harimau dsb.
Penggunaan kata tersebut kalau menurut saya pribadi lebih menunjukkan kepada ciri khas dari teks fabel itu sendiri. Jadi misalnya ada kalimat yang tidak menggunakan Si dan Sang itu sah-sah saja, karena kata sandang ini hanya untuk menunjukkan ciri khas dan menunjukkan tokoh yang ada.
#3. Penggunaan Keterangan Tempat dan Waktu
Untuk bagian ini saya rasa sobat semua sudah pada tahu. Dalam teks ini nantinya sobat akan bertemu dengan berbagai kalimat yang menunjukkan lokasi dan waktu yang sedang terjadi didalam cerita tersebut. Seperti misalnya :
Keterangan Tempat :
Di dalam hutan yang paling rimbun tersebut, hiduplah Sang Raja Hutan yang gagah dan perkasa.
Keterangan Waktu :
Di pagi hari yang cerah tersebut, si Kancil telah berhasil meloloskan diri dari kejaran Harimau yang mau memakannya.
#4. Penggunaan Konjungsi
Seperti pada teks-teks lainnya, terdapat konjungi atau kata hubung yang menghubungkan 2 kalimat atau lebih. Nah untuk lebih jelas dan detailnya, sobat bisa membaca artikel saya yang sudah saya buat dengan lengkap dan detail sebelumnya. Simak selengkapnya disini : Macam-Macam Konjungsi.

CONTOH CERITA FABEL BESERTA STRUKTURNYA

Setelah kita mengupas tuntas semua tentang teks ini, selanjutnya kita menuju ke pengujung artikel, yaitu contoh teks fabel. Nah yang akan saya tuliskan ini tidak hanya sebatas contoh saja, melainkan saya juga memberikan strukturnya. Oh ya bagi sobat yang ingin melihat dalam bentuk video, saya juga sudah menyediakannya untuk sobat semua. Silahkan sobat lihat dengan klik play video dibawah ini….

Judul : Ayam dan Elang


Orientasi :
Pada zaman dahulu, di suatu pagi  yang cerah terlihat seekor ayam jantan tengah berlari karena malunya. Ditengah perjalanan ia mencoba untuk mengeluarkan suara kokoknya, namun suara berkokoknya sangat jelek sekali. Di jalan lain, terlihat kancil dan angsa tengah berjalan bersama dan mendengar suara ayam berkokok tersebut, kemudian mereka menghampirinya.
Kemudian ayam jago tersebut menceritakan masalahnya kepada kancil dan bebek. Ia menceritakan kalau suara kokoknya telah hilang karena ia terlalu sering memamerkan suaranya kepada teman-temannya. Sang kancil pun memberikan saran kepada ayam untuk tidak sombong lagi kalau suaranya kembali nantinya. Tak berselang lama, setelah melatih suaranya tersebut akhirnya suaranya kembali. Setelah itu Ayam melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan.
Ditengah perjalanan ia bertemu dengan Elang. Kemudian Elang mengajak Ayam untuk mencari makanan ditempat lain yang lebih banyak lagi. Namun masalahnya, Ayam tidak bisa terbang seperti Elang, lalu si Elang memberitahu rahasianya kenapa bisa terbang, yaitu karena jarum emasnya. Mendengar rahasia Elang membuat Ayam menjadi ingin terbang juga, setelah itu Ayam meminjam jarum emas milik Elang. Elang pun memberikannya kepada Ayam dengan syarat tidak boleh dihilangkan.
Komplikasi :
Setelah itu, sang Ayam kemudian menjahit sayapnya dengan jarum emas milik Elang supaya bisa terbang dengan tinggi dan cepat sepertinya. Namun ketika berlatih untuk terbang, jarum emas yang dibawanya tersebut jatuh dan hilang di semak-semak.
Pada siang harinya, Elang pun meminta jarum emas tersebut kepada Ayam, namun Ayam memintanya untuk mengambil pada sore hari karena ia beralasan belum selesai menjahit sayapnya. Setelah itu ayam sibuk mencari jarum emas tersebut hingga sore hari pun tiba.
Resolusi :
Sang Elang kemudian pergi ke tempat Ayam dan ia mendapati kalau jarum emasnya sudah hilang. Mengetahui hal tersebut, Elang pun marah besar dan mengancam kalau Ayam tidak menemukan jarum emasnya, maka ia akan memakan semua ayam beserta keturunannya.
Koda :
Akhirnya Ayam dan Elang bermusuhan hingga sekarang. Untuk itu, jangan lalai ketika kita meminjam sesuatu dari orang. Kita harus menjaganya dengan sungguh-sungguh.

Sumber: Dari Sini